Strengthen Your Feet: 6 Barefoot Games for Kids for A Fun Afternoon!

Posted by Jacqualine Elena on

Hi Mamas, tangan beserta jari tangan anak-anak (dan juga kita) boleh dibilang sudah banyak sekali melakukan aktivitas fisik: menulis, menggambar, dan.. main iPad juga termasuk hehe! Tetapi bagaimana dengan kaki dan jari kaki mereka? Berikut merupakan informasi dari dr Hanto mengenai permainan yang bisa Mamas mainkan bersama anak-anak untuk menguatkan dan menyehatkan kaki mereka dan… have an instant time of healthy fun! Sembari bersenang-senang, bersehat-sehat pula :)

Q: Hi Dok, Apakah ada permainan untuk menguatkan otot kaki? Jika Ada, tolong berikan contohnya ya!

A : Ada suatu metode permainan atau latihan yang dirancang untuk membantu perkembangan dan memperkuat kaki serta pergelangan kaki dan kaki bagian bawah, yang disebut Foot Gymnastic. Permainan ini  dapat dilakukan dan bermanfaat baik untuk orang dewasa maupun anak-anak.  
Pada anak-anak permainan ini akan membantu menjaga struktur kaki anak-anak sehat, normal dan kuat. Sedangkan pada orang dewasa, permainan ini dapat membantu memperkuat otot kaki dan sebagai terapi awal bila terdapat tanda-tanda kaki datar, nyeri pada telapak kaki (plantar fasciitis), masalah gaya berjalan (in-toeing atau out-toeing) dan masalah kaki lainnya. 
Prinsip permainan dan latihan ini adalah permainan bertelanjang kaki (barefoot), yang bersifat  menghibur dan merupakan cara-cara yang sehat untuk menjaga anak-anak kuat dan kompeten secara fisik. Ingatlah untuk melakukan semua kegiatan ini sambil bertelanjang kaki dan pastikan untuk mendorong anak-anak untuk benar-benar menggerakkan jari-jari kaki, telapak kaki, pergelangan kaki dan betis saat bermain.

  • Permainan mengambil objek dengan kaki, Sebarkan beberapa benda kecil (Lego, batu kerikil, kelereng, dll) di tanah di samping ember, mangkok atau gelas. Kemudian minta anak yang terlibat dalam permainan mengambil objek dan memindahkan sebanyak mungkin objek ke dalam wadah yang sudah disediakan.  Anak hanya dapat menggunakan jari kaki mereka dengan batas waktu yang ditentukan (misalnya 3-5 menit). Anak dengan benda paling banyak yang dipindahkan yang menang.   
  • Permainan melempar objek dengan kaki, Ambil sebuah objek dengan jari-jari kaki, tarik lemparkan objek sejauh anak bisa. Anak yang melempar objek yang terjauh menang. Ini dapat dimainkan sendiri maupun dalam kompetisi dengan Mama (atau anak lain). 
  • Permainan menumpuk / menyimpan objek di kaki, Ambil objek dengan jari-jari kaki dan simpan sebanyak mungkin di antara jari kaki. Contoh objek yang bisa digunakan adalah lembaran kertas, lembaran plastik, bola kecil atau batang korek api (yang pemantiknya sudah dibersihkan). Anak yang bisa menyimpan objek yang terbanyak menang.
  • Permainan mengoper benda dengan kaki, Ini seperti permainan kursi musik dimana pasien berpindah tempat duduk ketika musik dimainkan. Ketika musik berhenti, orang yang tidak mendapat tempat duduk akan kalah.  Tetapi alih-alih berpindah tempat duduk, kelompok (atau pasangan) anak  mengoper tongkat satu sama lain hanya dengan menggunakan kaki mereka sambil dimainkan musik. Ketika musik berakhir, siapa pun yang memegang tongkat akan kalah. Permainan ini bisa dimodifikasi seperti memindahkan gelas plastik dengan kaki atau memindahkan gelas kaki menggunakan tongkat atau mengoperkan bola
  • Permainan merebut kain atau handuk, Duduklah berhadap-hadapan dan gunakan handuk, T-shirt atau sepotong kain yang dipegang masing-masing dengan jari-jari kaki. Tarik dan tarik hanya menggunakan jari-jari kaki untuk memegang kain - sampai seseorang harus melepaskannya. Anak yang masih memegang kain itu menang.
  • Menulis atau menggambar dengan kaki, Cobalah untuk menulis nama atau melukis gambar kecil dengan kaki. Coba agar tidak meninggalkan jejak cat atau coretan.  

Banyak permainan atau kegiatan lain yang bisa dilakukan dengan kaki telanjang (barefoot) yang bisa membantu melatih kekuatan otot kaki misalnya berlari di pantai, senam,  gymnastic yang memerlukan keseimbangan kaki, dan memanjat dengan kaki telanjang. Semua kegiatan tersebut  tentu harus dilakukan dengan hati-hati dan dengan pengawasan.
Itu adalah contoh permainan dan kegiatan untuk melatih perkembangan dan kekuatan otot kaki. Kegiatan tersebut baik bila dilakukan secara teratur dan tentu saja dapat dimodifikasi sesuai dengan usia anak.
 
Salam,

Dr. Hantonius

← Older Post Newer Post →



Leave a comment